This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 14 Maret 2013

PENGALIHAN BAHASA

KOMUNIKASI dalam bahasa yang sama dapat menimbulkan salah pengertian, apalagi bila kia tidak menguasai bahasa lawan bicara. Untuk melakukan komunikasi yang efektif, kita harus menguasai bahasa mitra komunikasi. Dalam kontek inilah, kita setidaknya perlu menguasai bahasa Inggris (sebagai bahasa internasional) untuk menjadi komunikator yang efektif.
Penguasaan bahasa yang minim dapat menimbulkan kesulitan yang segera. Seorang perempuan asal Bogor yang datang ke Melbourne pernah minta tolong kepada orang-orang yang lewat di bandara Tullamarine untuk menunjukkkan alamat yang ditujunya ketika ia datang ke negeri kanguru untuk pertama kalinya. Orang-orang yang ditanyanya tidak mempedulikannya, menetapnya aneh, bahkan segera menyingkir karena kalimat yang diucapkannya adalah “Can I help you?” (“Dapatkah saya membantu Anda?”), bukannya “Can you help me?” (“Dapatkah Anda membantu saya?”).

Berikut ini adalah contoh-contoh lain yang melukiskan kesalahan yang mungkin muncul ketika orang-orang Indonesia kurang mampu berbahasa inggris saat berkomunikasi dengan penutur berbahasa Inggris.

Seorang pejabat Indonesia menjalankan tugas ke luar negeri.ketika sampai di bandara, ia menuju kantor imigrasi dan diharuskan mengisi formulir. Seperti umumnya pejabat Indonesia, ia pun tidak menguasai bahasa Inggris secara mahir. Maka ketika ditanya petugas imigrasi, ia menjawab sesuai pengetahuannya. Pada awalnya ketika pertanyaan masih umum, ia menjawab dengan benar, seperti Name (nama), Address (alamat), dan Occupation (pekerjaan). Namun ketika ia ditanya, “Citizen sir?” maka ia membantah dengan mengatakan, “No, no. It’s Seiko.” Hal ini terjadi karena ia mengira petugas itu menanyakan apakah jam tangannya bermerk Citizen, padahal sebenarnya petugas itu bertanya, “Kewarganegaraan Anda, Pak?”1

Suatu hari seorang pria Indonesia di Australia pergi ke sebuah toko untuk membeli sebuah gergaji. Sebenarnya ia tidak tahu kata gergaji dalam bahasa Inggris, tetapi ia nekad saja pergi ke toko itu.
            “May I help you, Sir?” tanya pelayan toko.
            “I would like to buy something, but I don’t know how to mention that thing,” jawab orang Indonesia.
            “Can you explain it to me?” tanya si pelayan dengan sopan.
            “Oh, I know! It’s some kind of one for you, one for me, one for you, one for me,” tambahnya dengan menggerakkan kedua tangannya maju mundur seperti orang yang menggunakan gergaji kayu yang sangat besar. Tentu saja si pelayan toko sangat bingung, benda apa yang dimaksud. “I am sorry, Sir. I don’t know what you mean, but please have a look. Maybe there is something you want,” kata pelayan.
            Akhirnya orang Indonesia itu menuruti kata si pelayan. Tidak lama kemudian ia menemukan barang yang ia inginkan.2

Teman saya, Andi, pernah tinggal di Los Angeles dalam rangka studi. Pada masa adaptasi, tiba-tiba Terry, temannya yang berkulit hitam, datang dan menegur Andi, “What’s up, Man?” Ditegur demikian, Andi melihat ke atas. Terry bingung, kenapa ia melihat ke atas. Ia menegur Andi sekali lagi dengan teguran yang sama. Andi pun melihat lagi ke atas, dengan raut muka yang bingung, lalu ia menatap Terry karena setelah menatap ke atas, ia tidak menemukan sesuatu hal yang aneh. Lalu Andi bertanya kepada Terry apa yang dimaksud “What’s up?” Terry pun menyadari bahwa Andi salah paham dengan teguran tersebut. Kini ia mengerti mengapa Andi melihat ke atas tadi. Bila diartikan secara harfiah “What’s up?” memang berarti “Apa di atas?” Terry menerangkan kepada Andi bahwa “What’s up?” itu berarti “Ada apa denganmu?” atau “Apa yang sedang terjadi?” Andi baru mengerti bahwa sapaan tadi sama maknanya dengan teguran dalam bahasa Inggis lainnya: “What’s wrong with you?” Ia mendapatkan pnjelasan dari Terry bahwa teguran tersebut merupakan slang yang awalnya digunakan orang-orang kulit hitam, tetapi bahasa itu kini lazim digunakan anak-anak muda sana.3

Berikutnya adalah contoh-contoh serupa, namun dialami oleh orang-orang yang tidak memahami bahasa asing lainnya.

Saat dosen saya mengikuti pendidikannya di filipina, minggu pertama ia serng dikagetkan dengan bahasa Tagalog yang beberapa katanya mirip dengan bahasa Indonesia, tetapi mempunyai arti yang sama sekali berbeda. Misalnya kata-kata mahal kita (aku cinta padamu), salamat po (terima kasih), dan lain-lain. Sedangkan kata-kata yang agak sama adalah, ako (aku), mura (murah), payong (payung), sabon (sabun), pako (paku), dan sebagainya. Namun, yang paling membingungkan dosen saya adalah ketika ia naik jeepney, semacam kendaraan umum. Kondektur berulang kali berteriak, “Sandal ilang!” Karena mata kondektur seakan-akan memelototi dosen saya, ia langsung menunjuk sandal sambil berkata, “No, my sandals are not lost” (Sandal saya tidak hilang”)4

Ketika berlibur ke Malaysia bulan lalu, saya memperoleh pengalaman lucu. Suatu malam teman Malaysia saya mengajak saya dan seorang teman asal Australia ke pasar malam dekat rumahnya. Kami sedang melihat-lihat sayuran, ketika seorang penjual kain di dekat kami berteriak: “Come and buy my cloth, beautiful and cheap, two dollars a yard.” Kemudian ia berbicara dalam bahasa Melayu, “Dua ringgit ... dua ringgit” dan ia membunyikan bel. Teman Australia saya bingung akan kejadian itu dan kemudian mengomentari bahwa penjual kain itu tampaknya bodoh. Teman Malaysia saya bertanya, “What make you say that?” Teman Australia berkata, “You see, he is holding a bell, and ringing it, and he is shouting to passers by, Do I Ring It? Do I Ring It?” Saya dan teman Malaysia saya tertawa dan kami jelaskan bahwa dua ringgit berarti dua dollar, dan penjual kain itu tidak mengatakan do I ring it?5

Kejadian ini dialami oleh orang tua teman saya saat menunaikan ibadah haji. Saat berjalan-jalan mereka melihat bus yang sedang berhenti mencari penumpang. Mereka kelelahan dan ingin kembali ke camp. Kemudian mereka memutuskan untuk naik bus tersebut. Ketika menginjakkan kaki di tangga bus, tiba-tiba sopirnya berteriak, “Haram, Haram, Haram!” Mereka kaget, mengira bahwa mereka tidak boleh naik. Ya, namanya juga sedang naik haji, pasti akan selalu waspada terhadap yang haram-haram. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak naik busitu dan berjalan kaki sampai ke camp.
Sesampainya di camp, dengan napas yang masih terengah-engah setelah berjalan belasan kilometer, si ibu bercerita kepada temannya yang sudah naik haji berkali-kali. Ia pun menjelaskan bahwa Haram itu berarti “ke Masjidil Haram,” bukan tidak boleh naik.6

Perbedaan bahasa dapat menimbulkan kesulitan lebih jauh daripada sekadar kekeliruan penerjemahan. Kita sering sulit menerjemahkan sebuah kata ke bahasa lain karena tidak ada padanannya dalam bahasa lain itu, meskipun kita bisa mengira-ngira artinya. Bahkan ketika kita mampu menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lain dengan kecermatan yang harfiah, maknanya yang dalam sering hilang karena makna tersebu berakar dalam budaya bahasa tersebut. Karena itu, kata-kata seperti, Allah, shalat, zakat, saum, dan haji sulit diterjemahkan ke dalam bahasa apapun, termasu Inggris. Begitu juga ucaan “Assalamu’alaikum” dengan selamat pagi ditentang banyak orang karena memang konotasinya lain.sebagian makna budaya humor atau lelucon suatu bangsa sering juga menghilang setelah diterjemahkan, sehingga meskipun secara harfiah kita memahaminya, humor atau lelucon tersebut tidak membuat kita tertawa. Frase atau kalimat seperti bahenol nerkom, gering nangtung ngalanglangyung, bru di juru bro dipanto ngalayah di tengah imah dalam bahasa Sunda sulit dicarikan padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia, apalagi dalam bahasa Inggris. Ungkapan “katempuhan buntut maung” dalam bahasa Sunda (yang artinya dipersalahkan padahal tidak bersalah atau menjadi kambing hitam) tidak bisa diterjemahkan menjadi “ketiban ekor harimau” sebagaimana “teu mais teu meuleum” (tidak ikut berkonntribusi sebelumnya) tidak bisa menjadi “tidak mepes tidak membakar” pun “tuturut munding” (ikut-ikutan) tidak bisa diterjemahkan menjadi “ikut-ikutan kerbau”.
Kelemahan dalam penguasaan tata bahasa, struktur, dan kosakaata (termasuk idiom, slang, dan jargon khusus) sering menghasilkan terjemahan yang membingungkan, menggelikan, dan terkdadang bertentangan dengan apa yang dimaksudkan tulisan aslinya. Restroom berarti “kamar kecil” bukan “ruang istirahat”; dragonfly berarti “capung” bukan “naga terbang”; I cut my thumb  berarti “jempol saya teriris” bukan “saya mengiris jempol saya” sedangkan carrot and stick berarti “pemikat dan ancaman” bukan “wortel dan tongkat” No standing di Australia berarti “dilarang parkir” bukan “dilarang berdiri” yang di Amerika No parking.
Sejumlah kata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris, namun dalam bahasa Indonesia mengalami perluasan makna. Misalnya kata  family dalam bahasa Inggris berarti “keluarga” (baik keluarga inti ataupun keluarga luas, namun biasanya merujuk pada keluarga inti yang terdiri dari orang tua dan anak). Namun begitu dialihkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi famili, arti kata tersebut mencakup juga kerabat atau saudara jauh, bukan sekadar keluarga langsung. Kata picnic dalam bahasa Inggris sebenarnya berarti “senang-senang dan makan di luar rumah” tidak harus di tempat jauh, bisa di taman dekat tempat tinggal, atau bahkan di halaman rumah. Namun kata piknik dalam bahasa Indonesia berarti “darmawisata” biasanya ke tempat yang jauh. Padahal, menurut pengertian oang Inggris, orang bisa saja berpiknik tanpa harus berdarmawisata.
1                           : Sarah Olivia Riana, K1B97012, Fikom Unpad
2                           : Agus Suhendi, KI097107
3                           : Safitri Dewi, NIM 87199005
4                           : Ikhsan, K1A87098, Fikom Unpad
5                           : Fitri Wahyuni, 97030082, Interstudi Bandung
6                           : Nurvia Faradisa, K1C97189

Dikutip dari _ Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar _ Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sabtu, 19 Januari 2013

MUHAMMAD solallohu'alaihiwasalam

Nabi Muhammad solallohu’alaihiwasalam lahir di kota Mekah, tanpa didampingi oleh ayahnya, Abdullah karena sudah wafat tujuh bulan sebelum dia lahir. Nabi Muhammad solallohu’alaihiwasalam lahir 12 Rabiulawal tahun Gajah (20 April 571 M). Kemudian nabi dititipkan ke seorang yang bernama Halimah Sa’diyah untuk disusukan karena mengikuti kebiasaan orang-orang Mekah. Saat nabi berusia lima tahun, beliau dibawa ke Madinah untuk dipertemukan dengan ibunya, Siti Aminah. Setahun kemudian, nabi bersama ibunya dan Ummu Aiman, sahaya peninggalan ayahnya, pergi ke Madinah untuk menziarahi makam ayahnya. Ibu nabi meninggal saat dalam perjalanan pulang ke Mekah, yaitu di desa Abwa’, dan dimakamkan di tempat tersebut. Nabi melanjutkan perjalanan ke Mekah dan tinggal bersama kakeknya, Abdul Muththalib. Baru dua tahun nabi merasakan bahagia bersama kakeknya, Alloh mengakhirkan usia kakeknya sehingga nabi merasakan duka kembali. Sesuai wasiat Abdul Muththalib, nabi dititipkan kepada pamannya, Abu Thalib.
Saat nabi mencapai usia dua belas tahun, nabi mengikuti pamannya berdagang ke kota Syam. Sebelum sampai ke kota Syam, mereka bertemu dengan seorang pendeta, Bukhairo namanya. Pendeta tersebut menyarankan agar nabi dibawa kembali ke Mekah karena dikhawatirkan orang-orang Yahudi mengetahui adanya tanda-tanda kenabian dan menganiaya mereka.
Pada saat nabi berusia lima belas tahun, terjadi peperangan antara suku Quraisy, Kinanah, dengan suku Qais ‘Ailan. Nabi juga ikut aktif dalam peperangan tersebut, yaitu perang Harbul Fijar. Semakin dewasa, nabi mulai berusaha sendiri untuk kehidupannya, nabi juga dikenal memiliki kebribadian yang jujur sehingga janda kaya, Siti Khadijah mempercayai beliau berdagang ke Syam, dalam perdagangan tersebut nabi ditemani oleh  pembantu Siti Khadijah, Maesaroh namanya. Perdagangan yang dilakukan nabi menghasilkan banyak keuntungan dan sekembalinya nabi ke Mekah, nabi dilamar oleh Siti Khadijah. Lamaran Siti Khadijah tidak langsung diterimanya, tetapi dinegosiasikan terlebih dahulu kepada paman nabi, setelah mendapat persetujuan Abu Thalib barulah pernikahan dilangsungkan. Pada saat itu, nabi berusia 25 tahun, sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun. Walaupun demikian, pernikahan tersebut memberikan kedamaian pada diri nabi, apalagi Siti Khadijah selalu mendampingi nabi dalam segala urusan dengan penuh cinta kasih.
Di Mekah nabi semakin dikenal, yaitu setelah nabi berhasil mendamaikan sengketa peletakan Hajarul Aswad setelah renovasi Ka’bah, persengketaan ini terjadi antara pemuka-pemuka  Quraisy, nabi dikenal dan mendapatkan gelar sebagai “Al-Amin”, dan usia beliau waktu itu baru sekitar 35 tahun.
Nabi dalam kehidupannya sering merenungkan siapakah hakekatnya yang menciptakan bumi dan isinya, beliau melakukan tahannuts untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Di Gua Hiro lah nabi bertahannuts, dan tepat pada tanggal 17 Ramadhan beliau didatangi oleh seorang malaikat, Jibril namanya. Jibril membawakan wahyu Alloh kepada nabi dan menyuruh nabi membacanya, tetapi berkali-kali nabi disuruh membaca, nabi menyatakan ”saya tidak bisa membaca”. Waktu tersebut, yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M adalah waktu turunnya wahyu Alloh yang pertama dengan adanya surat Al-‘Alaq ayat 1-5, pada saat itu pula, nabi dinobatkan sebagai seorang Rasul, sedangkan usia beliau sekitar 40 tahun 6 bulan 8 hari (menurut tahun Qamariyah), 39 tahun 3 bulan 8 hari (menurut tahun Syamsiyah).
Pada saat penerimaan wahyu tersebut nabi merasakan ketakutan sehingga beliau pulang dan menemui istrinya, sesampainya di rumah beliau tertidur pulas setelah diselimuti dan ditenangkan oleh Siti Khadijah. Sementara itu, istri nabi pergi berkunjung ke rumah Warakah bin Naufal untuk menanyakan perihal kejadian yang menimpa nabi. Dari kunjungan tersebut diperoleh berita tantang kerasulan Muhammad dan ketenangan dalam diri Siti Khadijah karena hal tersebut yang sangat dinantikan olehnya. Selain itu, istri nabi juga memperoleh keterangan bahwa nabi akan mendapatkan perlakuan tidak baik dari kaumnya sampai kemungkinan akan diusir.
Selama lebih kurang dua setengah tahun setelah nabi menerima wahyu pertama, maka datanglah wahyu yang kedua. Wahyu tersebut diterima setelah nabi bertahannuts di Gua Hiro. Dengan turunnya wahyu ini, surat Al Muddatsir ayat 1-7 maka jelaslah bahwa nabi harus menyiarkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi. Penyiaran dimulai dari keluarganya dalam satu rumah dan sahabat-sahabat beliau yang terdekat. Orang pertama yang mengakui penyiaran agama tersebut adalah Siti Khadijah. Penyiaran ini dilaksanakan di rumah Arqam bin Abil Arqam di kota Mekah.
Tiga tahun Rasul melaksanakan dakwatul afraad kemudian datanglah firman Allah surat Al Hijr ayat 94. Firman ini menyerukan supaya Rasul menyiarkan Agama Alloh secara terang-terangan. Beliau kemudian melaksanakan perintah tersebut, awalnya da’wah tersebut diserukan kepada kerabatnya sendiri, kemudian kepada penduduk Mekah yang terdiri dari bermacam-macam suku, dilanjutkan kepada kabilah-kabilah Arab dan orang-orang yang datang berhaji ke Mekah.
Penyampaian Agama Alloh secara terang-terangan tersebut mendapatkan perhatian dari kalangan masyarakat Mekah. Pada awalnya gerakan Nabi dianggap tidak memiliki dasar dan tidak dapat bertahan lama sehingga mereka acuh dan membiarkan gerakan tersebut. Sementara gerakan Nabi semakin meluas dan pengikutnya semakin banyak. Nabi juga mulai mengecam agama yang menyembah selain Allah dan membodohkan nenek moyang mereka. Orang-orang Quraisy marah dan mulai mengadakan perlawanan kepada nabi dan pengikutnya. Banyak diantara pengikut Nabi yang disiksa. Tetapi mereka tidak berani melawan Nabi secara fisik karena beliau masih dilindungi oleh Abu Thalib dan beliau masih keturunan Bani Hasyim yang memiliki kedudukan tinggi menurut panadangan orang-orang Quraisy. Suatu ketika datanglah pemuka Quraisy kepada Abu Thalib, meminta supaya menghentikan gerakan Nabi. Tuntutan dan permintaan pemuka-pemuka Quraisy ditolak oleh Abu Thalib. Karena tuntutan tersebut tidak membuahkan hasil, pemuka Quraisy kembali menemui Abu Thalib dan mengajukan pilihan kepadanya yaitu menghentikan ucapan dan gerakan Nabi atau pemuka-pemuka Quraisy yang akan melakukannya sendiri. Abu Thalib merasa khawatir akan ancaman tersebut sampai akhirnya dia menemui Nabi, “Wahai anakku sesungguhnya aku dijumpai oleh pemimpin-pemimpin kaummu. Mereka mengatakan kepadaku supaya aku mencegah kamu melakukan penyiaran Islam dan tidak mencela agama serta nenek moyang mereka, maka jagalah diriku dan dirimu, janganlah aku dibebani dengan sesuatu perkara diluar kesanggupanku.” Mendengar ucapan tersebut Nabi berpikiran pamannya tidak bersedia melindunginya. Nabi berkata, “Demi Allah wahai paman, sekiranya mereka letakkan matahari disebelah kananku, dan bulan disebelah kiriku, dengan maksud agar aku tinggalkan pekerjaan ini (menyeru mereka kepada agama Allah) sehingga ia tersiar (dimuka bumi ini) atau aku akan binasa karenanya, namun aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini.” Setelah itu Nabi pergi seraya menangis, kemudian Abu Thalib memanggilnya dan mengatakan bahwa dia tidak akan menyerahkan Nabi karena suatu alasan apapun selama-lamanya.
Kemudian orang-orang Quraisy melakukan berbagai gangguan kepada Nabi dan memperhebat siksaan terhadap pengikutnya setelah orang Quraisy merasa bahwa usaha mereka tidak berhasil. Oleh karena itu Nabi bersama pengikutnya hijrah ke Habasyah (Abisinia/Ethiopia) yang rakyatnya beragama Kristen. Sesampainya di Habsyah mereka mendapat perlindungan dari Najasi. Sikap baik raja membuat orang Quraisy bingung hingga mereka mengutus Amru bin As dan Abdullah bin Rabiah untuk meminta Nabi mengembalikan orang-orang Mekah yang hijrah. Pemimpin Quraisy yang sangat perkasa yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib dan Umar bin Khaththab masuk kedalam Agama Islam, karena itu, semangat kaum muslimin semakin besar. Hal ini menimbulkan kejengkelan di pihak Quraisy. Nabi dan orang-orang Islam, keluarga Bani Hasyim dan Bani Muththalib menyingkir dari kota Mekah.
Selama sekitar tiga tahun  mengalami kemiskinan, banyak diantara orang Quraisy yang ikut secara sembunyi-sembunyi mengirimkan makanan dan keperluan lain kepada mereka. Dengan itu, pulihlah hubungan Bani Hasyim dan Bani Muththalib dengan orang Quraisy. Tetapi pengikut Nabi justru mendapatkan permusuhan yang lebih kejam. Belum reda kepedihan Nabi kemudian paman beliau, Abu Thalib meninggal pada usia 87 tahun. Beberapa waktu kemudian istri beliau, Siti Khadijah juga meninggal. Musibah tersebut terjadi pada tahun kesepuluh dari masa kerasulan, disebut tahun kesediahan (Aamul Husni). Nabi menuju ke Tha’if setelah Mekah tidak sesuai sebagai pusat dakwah Islam, Nabi mengajak pemuka kabilah tersebut kepada agama Islam, tetapi ajakan Nabi ditolak. Nabi diusir sembari dikejar-kejar sembari dilempari batu sampai Nabi berlindung di bawah pohon anggur di kebun Utba dan Syaiba.
Nabi diperintahkan oleh Allah untuk menjalani Isra Miraj dari Mekah ke Baitul Maqdis di Palestina, kemudian kelangit 7 dan Sidratul Muntaha, Nabi menerima perintah sholat 5 waktu. Hikmah Isra Miraj selama satu malam adalah menambah kekutan iman dan keyakinan Nabi sebagai Rasul. Dengan demikian, bertambahlah kekuatan batin Nabi ketika menerima cobaan, musibah yang besar, memerjuangkan cita-cita luhur dan mengajak seluruh umat manusia kepada Islam. Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesebelas sesudah beliau menjadi Rasul. Isra Miraj selain memberikan kekuatan batin kepada Nabi, juga menjadi ujian bagi kaum muslimin. Apakah mereka beriman kepada kejadian yang mentakjubkan dan  diluar rasio manusia, yaitu perjalanan beratus-ratus mil dan menembus 7 langit dalam semalam. Orang-orang Quraisy menuduh Nabi sebagai orang yang tidak beres otaknya dan menjadikannya sebagai hinaan.
Pada waktu musim haji datanglah 6 orang kepada Nabi dan orang inilah yang membuka lembaran baru sejarah pejuangan Nabi. Mereka menyampaikan tentang kerasulan Nabi, berkat mereka, hampir semua orang membicarakan Nabi. Pada tahun ke-12 setelah kerasulan, datanglah 12 orang laki-laki dan seorang wanita kepada Nabi di ‘Aqabah untuk mengadakan perjanjian (Bai’atul ‘Aqabatil Ula). Sesudah perjanjian, Nabi  mengirim Mush’ab bin Umair bersama mereka untuk mengajarkan Al Quran dan agama Islam di Yatsrib. Pada tahun ke-13 setelah kerasulan nabi mengadakan perjanjian Bai’atul ‘Aqabah Ats Tsaaniyah (Perjanjian Aqabah ke-2).
Setalah nabi melihat Islam berkembang dengan baik di Yatsrib, disuruhlah sahabatnya berpindah ke sana, sementara nabi tetap tinggal di Mekah. Nabi mendapat ancaman dari orang Quraisy berupa pembunuhan terhadapnya. Orang Quraisy mengirimkan seorang pemuda tetapi hal ini diketahui oleh Nabi sehingga Nabi bersama sahabatnya, Abu Bakar segera pergi ke Yatsrib. Dalam perjalanan menuju Yatsrib, Nabi beristirahat di gua Tsuur. Tiga hari lamanya mereka bersembunyi di gua Tsuur, setelah keadaan aman, Nabi dan abu Bakar meneruskan perjalanan menyusuri pantai Laut Merah. Disusul kemudian oleh Ali bin Abi Thalib. Setelah mengarungi padang pasir, akhirnya sampailah Nabi di Quba, sebuah tempat sekitar 10km dari Yatsrib pada hari senin, 8 Rabiulawal th 1 H. Setelah 4 hari beristirahat Nabi mendirikan masjid Quba.
Pada hari jumat 12 Rabiulawal th 1 H (24 September 622M). Nabi, Abu Bakar, dan Ali bin Abi Thalib memasuki kota Yatsrib. Pada hari itu, Nabi mengadakan sholat Jumat yang pertama dalam sejarah Islam, sejak itu nama Yatsrib berubah menjadi Madinatun Nabiy (Kota Nabi) selanjutnya disebut Madinah. Di Madinah, Nabi mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin. Di Madinah nabi melakukan 4 usaha:
(1) Mendirikan masjid,
(2) Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar,
(3) Perjanjian dengan kaum Yahudi,
(4) Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.
Di sisi lain orang-orang Quraisy tidak berhenti memusihi Nabi sehingga terjadilah Perang Badar pada  17 Ramadhan 2 H sebagai peperangan pertama antara Kaum Muslimin dengan Quraisy.
Kemudian pada pertengahan Sya’ban 3 H, orang Quraisy dengan 3000 pasukan mengadakan pembalasan terhadap Kaum Muslimin. Bertemulah dua pasukan itu di kaki Gunung Uhud sehingga disebut “Perang Uhud”.
Pengaruh Islam sangat besar di Madinah sehingga orang-orang Yahudi dan orang-orang Quraisy berusaha memadamkan Agama Alloh dengan jalan berdebat, tetapi usaha mereka tidak berhasil. Kemudian orang-orang Yahudi melakukan tindakan kekerasan, keonaran, hasutan, dan propokasi, serta merusak perjanjian-perjanjian Nabi.
Suatu ketika Yahudi Bani Qainuqa melakukan tindakan pembunuhan sehingga Nabi menjatuhkan hukuman terhadap mereka berupa pengusiran dari Madinah. Sekitar setahun setelah peristiwa tersebut, Nabi menghadapi cobaan berupa percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Yahudi bani Nadhir, berkat pertolongan Allah, Nabi selamat. Komplotan pelaku percobaan pembunuhan akhirnya diusir dari Madinah. Hal ini terjadi pada Rabi’ulawwal 4 H.
Pada tahun 5 H terjadi peperangan yang disebut dengan Perang Al Ahzaab/Perang Khandaq/Perang Parit, perang ini terjadi antara kaum muslimin dengan Kaum Quraisy, Ghathfan, dan kaum Banu Nadhir yang dibantu oleh Bani Quraizhah. Penghianatan Bani Quraizhah sangat merepotkan kaum muslimin, tetapi karena pertolongan Allah mereka bercerai berai dan pulang ke wilayahnya masing-masing tanpa hasil. Bani Quraizhah mendapatkan hukuman dari kaum muslimin berupa pembunuhan terhadap para laki-lakinya dan penawanan terhadap anak-anak dan wanitanya.
Di Madinah masih terdapat orang-orang yang tidak menyukai Islam, yaitu golongan orang munafik yang gemar menyembah berhala, mereka diketuai oleh Abdullah bin Ubaiy.
Pada tahun 6 H Nabi bersama pengikutnya ingin berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan haji dan ‘umrah. Sesampainya di Hudaibiyah, Nabi mengirimkan Utsman bin ‘Affan untuk menjelaskan maksud kedatangan mereka ke Mekah. Usaha Utsam berhasil. Bahkan orang Quraisy mengirimkan  Suhail bin ‘Amruh kepada Nabi untuk mengadakan perundingan “Shulhul Hudaibiyah”. Dari perjanjian itu, Nabi bisa lebih leleuasa dalam menyebarkan Islam.
Nabi juga mengajak kaisar dan raja-raja antara lain Khusru Parviz, Kisra-Parsia dan kaisar Romawi, Heraclius sera Amir Ghassan. Ajakan Nabi ditolak dan bahkan utusan Nabi dibunuh sehingga timbullah konflik antara kaum Islam dengan orang-orang Romawi. Nabi mengirimkan 3000 pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah. Pasukan Zaid bin Haritsah bertemu dengan pasukan Romawi yang jumlahnya 100.000 orang di Mu’tah. Terjadilah peperangan diantara keduanya, yaitu pada 8 H, tetapi kaum Islam mengundurkan diri dan kembali ke Madinah dikarenakan jumlah pasukan yang tidak seimbang. Dalam peperangan tersebut gugurlah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Pasukan yang kembali ke Madinah adalah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid.
Sementara itu, orang-orang Quraisy melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang telah disepakatinya dengan melakukan penyerangan terhadap Bani Khuza’ah sehingga Nabi bersama 10.000 pasukan menuju ke Mekah. Pemimpin Quraisy, Abu Sofyan menemui Nabi di luar mekah dan menyatakan keislamannya karena takut terhadap jumlah pasukan Nabi yang sangat besar. Akhirnya Mekah jatuh ke tangan Kaum Islam tanpa perlawanan. Kaum Muslimin menghancurkan berhala-berhala sembari meneriakkan “...telah datang kebenaran, dan telah lenyap kebathilan, sesungguhnya kebathilan itu pasti lenyap.” (surat Al isra ayat 81).
Setelah beberapa waktu, Nabi harus menghadapi bangkangan sebagian orang Mekah, yaitu orang Hawazin dan Tsaqif sehingga nabi menyusun kekuatan yang berjumlah 12.000 orang dan melancarkannya ke area musuh. Pertempuran terjadi di Lembah Hunain yang berliku-liku dan sempit. Karena perlawanan yang mendadak kaum Muslimin panik dan bercerai. Tetapi karena keterampilan nabi pasukan dapat dihimpun kembali dan musuh dapat dikalahkan. Sisa pasukan musuh melarikan diri ke Tha-if dan bersembunyi. Kaum Muslimin mengepung benteng tersebut, namun tidak berhasil menundukannya. Nabi bersama pasukannya kembali ke Ja’ranah. Di Ja’ranah Nabi didatangi oleh delegasi orang Hawazin yang tidak mampu bertahan akibat blokade Nabi terhadap benteng Tha-if. Mereka, orang-orang Hawazin menyatakan masuk Islam.
Pada 9 H, Nabi menyiapkan pasukan untuk menyerang tentara Romawi di sebelah utara. Banyak kesulitan yang dihadapi karena bertepatan dengan datangnya musim panas dan musim panen di Madinah. Tempat lawan yang dituju jauh serta lawan yang dihadapi bukan sembarang lawan, melainkan tentara yang tangguh dan terlatih. Di sisi lain banyak diantara umat Islam (orang munafik) yang tidak memenuhi perintah Nabi. Dengan semangat dan kekuatan yang pantang berakhir, tersusunlah pasukan yang diberi nama “Jaisyul’usrah” (Lasykar Saat Kesulitan). Pasukan tersebut dipimpin oleh Nabi sendiri, berangkat dari Madinah menuju ke utara. Tentara Romawi tersentak dan melarikan diri karena mengetahui Nabi lah yang memimpin peperangan bersama pahlawan-pahlawan padang pasir yang tak kenal mundur. Nabi bersama pasukannya tidak mengejar mereka, tetapi mendirikan perkemahan di Tabuk. Di sana beliau mengirimkan pasukannya ke kabilah-kabilah Arab yang bertempat tinggal diperbatasan Arabia utara dengan Syam. Sekitar 10 hari bermalam di Tabuk, Nabi bersama pasukannya pulang ke Madinah. Perang ini merupakan peperangan terakhir yang diikuti oleh Nabi.
Pada 9 H banyak kabilah Arab yang berdatangan menuju Nabi dan menyatakan keislamannya. Hal menggembirakan ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nasr ayat 1-3. Jatuhnya Mekah dan Baitullah ke tangan Kaum Muslimin menyadarkan orang badui bahwa tidak mungkin menguasai Mekah dan Baitullah tanpa pertolongan Alloh.
Demikianlah Agama Islam telah mampu menyatukan masyarakat Islam karena perjuangan seorang Nabi dan mempererat mereka di bawah satu panji, Panji Islam. Nabi bukan hanya sebagai seorang Nabi dan Rasul tetapi sebagai ahli politik, diplomat yang bijak. Pada tanggal 25 Zulqaedah 10H, Nabi meninggalkan Madinah menuju Mekah bersama kaum muslimin untuk melakukan haji Wad’a (haji perpisahan). Sebelum menyelesaikan ibadah haji Nabi mengucapkan pidato dihadapan kaum muslimin di bukit ‘Arafah pada 8 Zulhijah 10 H (7 Maret 632 M). Seusai ibadah haji Nabi kembali ke Madinah.
Sekitar 3 bulan sesudah ibadah haji, Nabi mengalami demam selama beberapa hari sehingga tidak dapat mengimami sholat jama’ah, disuruhlah Abu Bakar menggantikan beliau.
Pada 12 Rabiulawal 10 H (8 Juni 632 M) Nabi kembali ke hadirat Allah pada usia 63 tahun, yaitu 23 tahun sejak beliau diangkat menjadi rasul, berjuang menegakkan agama Allah. Nabi meninggalkan umatnya tanpa harta benda, tetapi beliau meninggalkan 2 pusaka kepada seluruh umat yaitu : “Kutinggalkan untuk kamu 2 perkara (pusaka), takkan kamu tersesat selama-lamanya, selama kamu

masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunah rasul-Nya.”

Kamis, 17 Januari 2013

CARA BUAT LOLOS SNMPTN

Apa kabar kawan??? Semoga baik dan sehat yah.... disini saya mau berbagi info yang bermanfaat, amiin.. ini saya tulis sesuai pengalaman sendiri, jadi bukan njiplak dari buku atau situs web manapun...naah ni dia,,,gimana sih biar dapat lolos SNMPTN.....ayo disimak yooo
1.       Jangan segan-segan buat buka buku.
Pastinya ga cuma dibuka dong, tapi dibaca and dipahami isinya. Bagaimanapun manusia yang paling cerdas buka buku, nah noh dekati dan sapa buku-buku lama mu terutama yang ada ilmu2 yang kira2 muncul di tes SNMPTN. Karena saya pernah baca tulisan yang intinya hasil setiap upaya tergantung dari usaha yang dilakukan.
2.       Sempatkan waktu untuk belajar.
Belajar gak cuman di sekolah yoo kawan, di rumah pun bisa belajar atau malah wajib lho. Setidaknya 1 jam lhah buat belajar, mengulang pelajaran2 yang pernah didapatkan, sambil nostalgia gituuu,hehehe nostalgia ilmu maksudnya.
3.       Kerjakan soal2 try out.
Ngapain ngerjain yah?? Ngerjain soal2 tu buat ngasah otak, biar tau selama ini udah baca buku, udah nostalgia, gimana coba kalau di tes, nyambung gak otaknye, ada ilmu yang nyangkut egak. Atau malah bablas tu bacaan2 yang udah dipaksa diliatin semalam suntuk sampe matanya sembab kayak abis nangiss..
4.       Sesekali kerjakan soal sambil diwaktuin.
Wahhh,,,jangan pusing, ni kan buat lihat kita bisa gak sih ngerjain soal dalam waktu standar, nah bisa aja malah belum selesai waktunya kita udah finish and kejawab semua tuh soal..hehehe hebat kan, tapi kalo jawabannya bener lho, kalo jawabannya salah, yaaa sama aja bo ong. Tapi misal waktu udah habis padahal baru ngerjain beberapa soal, ni perlu belajar lagi, hehe biar lebih smart ngerjainnya.
5.       Jangan berkutat sama satu soal.
Kadang2 kan manusia, kayak saya aja, mentang2 penasaran kok ga bisa2 ngejawab sihhh sesulit ini apah, kita jadi disitu aja, ga mau kemana mana... hati2 kawan kalo kamu suka kayak gini bisa berbahaya alias gak bagus lah..jadi, kalo udah dicoba kok ga bisa, ya udah tinggalin ajah,,ganti soal yang lain,,,bisa ajah yang lain malahan lebih mudah.
6.       Berangkat tes lebih awal.
Selain buat ngindarin gerogi gara2 masuk kelas udah pada ngerjain, diliatin banyak orang yang mungkin ngomong, waduh suka ngaret nihhh,,hehe mending berangkat awal aja. Ni juga buat ngejauhin yang namanya kekerangan waktu, gimana coba, kalau masuknya jam 8 sampainya jam 8.15, tuh kan udah kehilangan waktu 15 menit. Lumayan gak kalo buat ngerjain udah dapat 10 soal..hehehe jenius yaaa.
7.       Belajar sebelum tes atau tidak???
Kalo yang satu ini si terserah,,ada yang ngomong ga usah lah nanti malah stress. Ada juga yang ngomong ga masalah kali kan buat inget2 materi. Nah menurut saya, ini terserah anda aja. Kalau saya sendiri sih kadang buka, kadang juga ega. Jadi ya sesuaiin sama persepsi anda aja, kalo anda tipe yang anggap belajar sebelum tes bikin stress ya jangan belajar lahhh, kalo malah benar2 jadi stress, berabe buuu, kagak bisa ikut tes dong.
8.       Berdo’a.
Do’a walaupun cuman minta, artinya kita emang ngarepin bener, jadi ga sombong sama Alloh intinya. Hehe jangan ngira kalo kita udah belajar, ngrasa bisa ngerjain, trus udah ah ga usah do’a kan gue udah bisa yakin2 lulus2.. itu mah ada unsur sombong, sebiji dzarrah kesombongan di hati manusia Alloh tau lhoo. Kalo Alloh udah tau lalu,, hmmm ini orang sombong gak usah dilulusin aja deh biar tau rasa,, gimana coba, sedih kan.
Udah ah,, buat kawan2 yang lagi berjuang, moga aja berhasil menembus SNMPTN, selamat berjuang, sukses buat kawan2.. salam Islam.

SNMPTN 2013

SOLO - Sebanyak 50 persen atau separuhnya dari jumlah seluruh kuota bangku kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan diisi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 Jalur Seleksi Nasional. Jalur tersebut hanya bisa diikuti oleh lulusan tahun 2013. Pasalnya, peserta seleksi melalui jalur tersebut harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisi data prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dibuat tahun ini.
Meski demikian, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS. mengungkapkan siswa lulusan tahun 2011 san 2012 tetap bisa mengikuti seleksi melalui ujian tulis yang diselenggarakan oleh universitas. “Sedangkan separuh sisanya, UNS akan menggelar Ujian Tulis dan Ujian Mandiri,” kata dia saat jumpa pers di ruang Sidang I gedung Rektorat UNS, Selasa (11/12/2012) siang. Dia menjelaskan, kuota untuk Ujian Tulis diberikan sebanyak 40 persen dan untuk Ujian Mandiri 10 persen.
Pelaksanaan kedua jalur tersebut dibuka setelah tanggal 11-12 Juni 2013 atau setelah hasil SNMPTN Jalur Seleksi Nasional diumumkan dan telah melakukan pendaftaran ulang.
Jalur Ujian Tulis sendiri, lanjut Ravik Karsidi, dilakukan melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diselenggarakan oleh Majelis Rektor PTN (MRPTNI) dengan diikuti oleh 61 PTN se-Indonesia.
Sedangkan untuk mengisi 10 persen melalui Jalur Mandiri, mahasiswa baru direkrut melalui Ujian Masuk Bersama PT (UMB-PT) Perhimpunan SPMB Nusantara. “Bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan prestasi khusus seperti: juara olimpiade, prestasi olahraga dan seni, hafidzul Al Quran akan menjadi penguat utama dalam pertimbangan penerimaan calon mahasiswa UNS,” paparnya.
Kuota UNS pada SNMPTN 2013 berkisar antara 5.200 – 5.600 mahasiswa. Diperkirakan, jumlah peminat yang mendaftar di UNS akan meningkat sebanyak 15 persen. Ravik Karsidi menandaskan bahwa biaya pelaksanaan SNMPTN 2013 ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan SNMPTN 2013 dapat diakses pada laman http://www.snmptn.ac.id.[]
sumber : www.uns.ac.id

Kamis, 20 Desember 2012

Kedudukan Shalat dalam Islam


Dalam Islam, shalat mempunyai kedudukan yang tidak bisa ditandingi oleh ibadah lain. Shalat merupakan tiang agama yang hanya dengan shalat Islam bisa tegak. Rasulullah bersabda:
“Kepala segala sesuatu adalah Islam. Adapun tiang Islam adalah shalat dan puncak kemuliaan Islam adalah jihad fii sabiililLaah.”

Shalat adalah ibadah pertama yang diwajibkan Allah. Allah menetapkan wajibnya shalat dengan memerintahkannya secara langsung kepada rasul-Nya di malam mi’raj tanpa perantaraan malaikat. Anas berkata: “Shalat yang diwajibkan kepada Nabi di malam isra’ adalah sebanyak lima puluh waktu (sehari), lalu dikurangi menjadi lima waktu, lalu beliau diseru:
“Ya Muhammmad, sesungguhnya tidak ada lagi perkataan (keputusan) disisi-Ku yang bisa diubah, dan bagimu dengan lima shalat ini sama dengan lima puluh shalat.” (HR Ahmad, al-Nasa’i, dan al-Turmudzi yang men-shahih-kannya).

Shalat adalah ibadah seorang hamba yang pertama kali di-hizab (dihitung). Abdullah bin Qurth berkata bahwa Rasulullah bersabda:
“Ibadah seorang hamba yang pertama kali dihizab pada hari Kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula amal-amal lainnya. Jika shalatnya rusak, rusak pula amal-amal lainnya.” (HR Thabrani).

Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah ketika akan meninggalkan dunia. Beliau berkata dibeberapa hembusan napas terakhirnya:
”Shalat...., shalat...., dan budak-budak wanita kalian...!”

Shalat adalah bagian dari agama yang terakhir hilang. Jika shalat terlantar, berarti agama secara keseluruhan pun terlantar. Rasulullah bersabda:
“Sungguh akan hilang pegangan-pegangan Islam satu demi satu, maka ketika habis pegangan itu tinggallah manusia dengan pegangan yang ada di sekitarnya. Yang pertama adalah rusaknya hukum, dan yang terkhir adalah rusaknya shalat.” (HR Ibnu Hibban dari hadits Abu Umamah).

Berulang kali dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan kata shalat. Suatu ketika diikuti dengan kata dzikr, seperti:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya) dari ibadat-abadat lain).” (QS al-Ankabuut [29]: 45).
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ia ingat akan asma-Nya lalu mengerjakan shalat.” (QS al-A’laa [87]: 14-15).
“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaahaa [20]: 14.

Adakalanya diikuti dengan kata zakat, seperti:
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS al-Baqarah [2]: 110.

Adakalanya diikuti dengan kata sabar, seperti:
”Mintalah pertolongan dengan kesabarandan shalat.” (QS al-Baqarah [2]: 45.

Kadang diikuti dengan kata al-nusuk (ibadah), seperti dalam surat al-Kautsar:
“Shalatlah karena Tuhanmu dan berqurbalah.” (QS al-Kautsar [108]: 2).

Juga dalam surat al-An’aam:
“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada allah).” (QS al-An’aam [6]: 162-163).
Dalam beberapa tempat, perintah agar berbuat kebajikan diawali dengan shalat dan diakhiri dengan shalat seperti awal surat al-Mu’minuun ayat 1 sampai 11:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya,...” sampai ayat “... dan orang-orang yang memeliharashalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Mu’minuun [23]: 1-11).

Perintah shalat dalam Islam tampak begitu jelas. Perintah untuk menjaga shalat tetap berlaku, baik dalam keadaan mukim maupun bepergian, aman maupun takut. Allah berfirman:
“Peliharalah segala shalat (mu), dan 9peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian maka apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS al-Baqarah [2]: 238-239).

Dalam penjelasan tata cara shalat saat dalam perjalanan, peperangan, dan dalam kondisi aman, Allah berfirman:
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa  kamu mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaknya segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang segolongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka dengan-mu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azhab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS an-Nisaa’ [4]: 101-103).

Sesungguhnya malaikat Nakir akan memperbesar siksa orang yang menyepelekan shalat dan mengancam orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. Allah berfirman:
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS Maryam [19]: 59).

Allah juga berfirman:
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS al-Maa’uun [107]: 4-5).

Karena shalat merupakan masalah yang besar, dan memerlukan petunjuk secara khusus maka Nabi Ibrahim meminta kepada Tuhannya agar diri dan keluarganya dijadikan golongan orang-orang yang selalu mendirikan shalat:
“Ya Allah, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang selalu mendirikan shalat. Ya Tuhan kami terimalah do’a kami.” (QS Ibraahiim [14]: 40).

REFERENSI
Syaikh Sayyid Sabiq. 2006. Tata Cara Shalat Nabi. Yogyakarta: Mardhiyah Press
Pengantar Syaikh Hasan al-Banna

Judul Asli: Fiqh al-Sunnah
(dari al-Shalaat; manazilatuhaa fi al-Islaam hingga al-Adzkaar wa al-Ad’iyyah ba’da al-Salaam)
Karya al-Syaikh al-Sayyid Sabiq
Penerbit: Daar al-Fath lil I’laam al-‘Arabiy
Kairo, cet. 1, 1418 H/ 1998 M
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html