Baru kenal di dunia maya, langsung bisa suka, dan
menyimpulkan bahwa itu cinta. Semakin lama, semakin kuat, seperti lem yang
sangat lekat. Siapapun yang menghadang akan dilawan. Siapapun yang mengganggu
akan ditinju. Siapapun yang menghalangi, akan dia hadapi. Dengan jari mungilnya
yang lemah itu. Dengan tangan kecilnya yang kerempeng itu.
Kenapa cinta bisa menjadi nekad? Orang tua sudah
bilang jangan. Tetapi malah dilawan dengan kata kata berjuta juta siap melawan
kehendak orang tua. Ayah dan ibu menjadi orang asing. Nasihatnya dibuang, masuk
telinga kanan, tapi dimuntahkan dengan sekuat tenaga kuda. Padahal dulu saat
bayi ia tak bisa hidup sendiri. Lahir hanya bisa tidur. Tengkurap saja susah.
Hanya bisa nangis, pipis sama buang air besar. Nyari makan tidak bisa. Semua
komunikasi hanya diawali dengan suara tangisan.
Lalu orang tua bantu ia tuk tumbuh. Disuapin,
dikasih asi dan digendong. Dipelihara, dido’akan jadi anak berguna. Tangisan
ayah, tangisan ibu menjadi do’a yang sangat mempesona. Mereka berdua sangat
bersemangat membesarkan anaknya. Kini anaknya sudah besar, dan sudah beranjak
dewasa.
Anak ini kemudian mengenal cinta. Cinta yang
membuatnya berani dan mau melawan ortunya. Demi segepok janji manis. Demi
seulas senyum tampan. Demi sebuah sapaan hangat sehangat nasi di dalam magic
com. Orang tua yang menyayangi sejak bayi, tiada harga dimatanya. Nekad, nekad
dan nekad.
KENAPA BISA SENEKAD ITU?
1.
CINTA KAMU TIDAK BERKAH
Cintamu hadir bukan membuatmu sehat, tapi membuatmu sekarat.
Tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tidak lagi
menjadikanmu remaja yang sopan. Tetapi merubahmu menjadi remaja yang obsesif,
yang keterlaluan dalam mencintai. Cinta yang berlebihan. Tidak pada tempatnya
dan salah dalam pengelolaannya.
Cintamu menguasai hati dan pikiran. Padahal seharusnya
pikiran dan hati kamu yang bisa menguasai cinta yang kamu rasakan. Saat gelap
pekat memenuhi ruang hati, yang ada hanya emosi dan perasaan marah. Manakala
cinta yang hadir tidak direstui orang tua atau tidak sesuai norma agama.
Alloh yang berwenang memberimu rasa. Sukamu
padanya bukan sebuah kesengajaan hatimu yang mungil kecil. Senangmu padanya
juga bukan atas kehendakmu sendiri. Tapi
Alloh yang menurunkan rasa itu. Maka janganlah kamu langgar perintahNya hanya
karena ingin memupuk cinta yang salah.
Jadi sekali lagi, cintamu tidak berkah, kalau
malah membuat keluarga kamu bubrah (berantakan).
2.
CINTAMU MASIH SEKEDAR NAFSU
Pikiranmu pendek, tidak melihat masa depan.”yang
penting saya suka, saya senang dan saya cinta. Apakah nanti bakalan seperti
apa, itu bukan urusan saya. Saya tidak mikir itu semua.” Saat mencintai kamu
tidak berpikir memiliki. Kamu hanyA berpikir bisa bersenang senang dengannya.
Bisa jalan berdua. Bisa ke tempat indah bersama dia. Dan bisa mendapat
perhatian penuh dari seseorang.
Hatimu penuh dEngan nafsu ingin ‘memanfaatkan dan
dimanfaatkan’. Sehingga manakala keinginn tidak terpenuhi kamu cenderung marah
dan emosi. Konflik memanas dan dua dua nya tak mau mengalah. Lalu putus
ditengah jalan, tidak jelas bagimana dan kenapanya.
Egomu kuat. Tidak mau diatur, tapi maunya
mengatur. Tidak mau mengalah, maunya menang. Cinta itu memaafkan, bukan
menuntut sebuah dendam yng harus terbalaskan.
3.
KARENA CINTAMU SALAH KELOLA
Cinta pada dia, harusnya di bawah cinta pada Alloh.
Di bawah cinta pada Rasululloh, dan di bawah cinta pada orang tua. Kalau dengan
mencintainya melanggar hak ketiganya, ngapain dilanjutin. Nurut saja sama
Alloh, Rasul dan kedua orang tua. Insya Alloh lebih terarah hidupmu, lebih kuat
azzammu dan juga lebih berkah hidup yang kita jalani.
Cinta searusnya tidak membuat sombong. Merasa
angkuh seolah perasaan ini adalah upaya kita sendiri, merasa tidak perlu diatur
atur oleh Islam. Merasa bisa mengelola sendiri dengan cara dan gayanya sendiri.
Setelah nanti nangis dan tidak punya harapan , baru merasa bahwa kita bukan apa
apa.
4.
REFERENSI CINTAMU SALAH
kalau Jatuh cinta jangan dibandingkan dengan
acara televisi. Tayangan sinetron yang mengharu biru. Skenario film yang bikin
hiks hiks. Atau lirik lagu yang tidak bertanggung jawab. Mereka bisa bikin
lirik yang fantastis. Mereka juga tidak berpikir dampaknya.moralitas tidaklah
menjadi bagian penting yang mereka perlu jaga dan perhatikan. Yang penting
film, sinetron, dan lagu mereka laku. Urusan selesai.
Uang berkuasa. Apa yang bisa dijual bakalan
dijual. Tidak penting urusan moral. Itu urusan ulama yang berwenang. Urusan
mereka hanya jualan saja. Sehingga nampak banget kalau ceritanya dibuat buat
seromantis mungkin. Misalnya rela mati buat kekasihnya. Rela terjun ke tebing cuma
buat ngebuktiin cintanya. Dari sisi kamu, bakalan takjub. Keren ya. Kok ada
cowok kayak gitu. Tapi dari sisi merekanya, cuman terus ketawa karena bisa nipu
kamu mentah mentah. Lalu model seperti ini yang bakalan jadi referensi cinta
kalian.?
5.
KAMU TERLALU LUGU
Sekecil rayuan sudah bikin kamu merasa dia
segalanya. Selembar daun omongan bohong sudah bikin kamu mabuk kepayang.
Sedikit senyuman sudah bisa bikin kamu terbang ke awan. Jangan lugu lugu lah.
Cinta yang hadir dimasa muda jangan kau anggap
segala galanya. Itu cuman bagian hidup yang harus kamu hadapi. Sikapi dengan
dewasa. Jangan kanak kanakan. Kamu tidak anak anak lagi. Puter otak, latih hati
tuk berpikir masa depan. Langkahmu masih jauh, jangan sampai kesandung batu
yang bikin kamu jatuh tersungkur dan tidak bisa bangun lagi.
Nah, gimana, masih mau nekad? Pikir lagi hidup
kamu, masak hanya gara gara cinta sesaat hidup kamu bakalan mau nekad? Sayangi
mama dan papa kamu. Abi dan umi kamu, kasihan dong mereka. Sudah merawat kamu,
giliran udah gede malah kamu ngelawan dan bikin mereka sedih.
OLEH: BURHAN SODIQ,
dikutip dari salah satu majalah.






0 komentar:
Posting Komentar