Orang-orang shalih dari umat ini selalu memulai perang setelah shalat Subuh, bukan sebelumnya, agar shalat mereka tidak tertinggal. Karena waktunya sangat singkat, sehingga mendapati saat-saat yang sangat diberkahi pada permulaan hari. Mereka menyempatkan diri memohon pada Allah Ta’ala untuk mendapat kemenangan.
1. Ikhlas
Ikhlas menjadi
tip terpenting dalam membantu bangun shalat Subuh. Tanpa keikhlasan, sesorang
tidak akan melaksanakan shalat Subuh secara teratur. Itu karena shalat Subuh
merupakan standar pembeda antara orang-orang ikhlas dengan orang-orang munafik.
Ikhlas karena
Allah Ta’ala diraih dengan kesungguhanmu yang sangt untuk menjadikan Allah
Ta’ala ridha terhadap amalan Anda. Anda siap mengorbankan apa saja untuk
meraihnya.
2. Tekad
yang kuat
Saya yakin,
tidak ada yang menghalangi orang yang memiliki kehendak jujur untuk bangun
shalat Subuh.
Kalau seorang
muslim betul-betul merasakan tingginya nilai shalat Subuh berjama’ah, maka dia
akan mengatur seluruh kehidupannya agar bisa bangun untuk shalat Subuh.
3. Hindari
dosa
Shalat Subuh
merupakan hadiah allah Ta’ala, tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang
taat lagi bertaubat.
Hati yang
diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaiman mungkin akan bangun untuk shalat
Subuh. Bagaimana mungkin hati yang tertutup dosa akan terpengaruh oleh
hadis-hadis yang berbicara tentang keutamaan shalat Subuh. Bagaiman mungkin
mendengar panggilan adzan “Hayya ‘Alash
Shalah” (mari shalat), “Hayya ‘Alash
Falah” (mari mencari kemenangan), dan “Asshalatu
khairum minannaum” (shalat itu lebih baik daripada tidur)
4. Do’a
Do’a memiliki
peran yang sangat penting. Jangan meremehkannya sedikit pun. Lakukan do’a
sebagai rutinitas harian, dengan memohon agar Allah Ta’ala memberi kemampuan
untuk melaksanakan shalat Subuh berjama’ah. Perbanyaklah do’a, selalu
perbanyaklah memohon dan merintih pada-Nya.
Ingat dan
renungkan “Siapa yang membangunkanmu untuk menunaikan shalat Subuh”, “Siapa
yang membangkitkanmu (menghidupkanmu) dari tidur pada saat shalat Subuh”
Sebab tidur
merupakan salah satu bentuk dari kematian, sedangkan bangunadalah jenis
kebangkitan (kehidupan).
5. Berteman
dengan orang shalih
Ini saran yang
tak kalah penting. Memang, berbuat ketaatan tatkala sendirian sangat susah.
Karena setan lebih kuat menghadapi orang yang sendiri, tak berkawan.
Perhatikan
kawan-kawan Anda. Apakah mereka senantiasa mengingatkan dengan shalat Subuh,
membaca Al-Qur’an, menjaga pandangan, dan berbuat baik kepada orang tua.apakah
mereka senantiasa mengingatkan Anda kepada Allah Ta’ala dan
mematuhi-Nya.ataukah sebaliknya.
Sekiranya
mereka hanya sekadar bermain, bersenang-senang, menyia-nyiakan waktu, usia,
kehidupan, berbuat dosa, dan maksiat, maka Anda harus mawas diri dan memberikan
peringatan.
Ajaklah mereka
kepada ketaatan dan kebaikan. Jika enggan, selamatkanlah diri Anda. Carilah
kawan yang lain.
6. Memperhatikan
cara tidur
Apakah tidur
itu harus kita pelajari. Ya. Kita harus belajar bagaimana cara tidur yang
benar, yaitu cara yang dianjurkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Tidur lebih
awal dan bangun lebih awal. Ini bukan sesuatu yang remeh. Allah Ta’ala
menciptakan tubuh kita, memberinya hormon, mengatur semua sendi-sendinya, yang
semuanya beristirahat di waktu malam, dan bekerja di waktu siang. Apabila
manusia menyalahi ini, maka alat-alat tubuhnya tidak akan bekerja dengan baik.
“Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu
supaya kamu beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang.
Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia,
akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
Diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Barzah bahwa Rasulullah Shalallahu
“alaihi Wassallam tidak suka tidur sebelum Isya dan tidak suka ngobrol
sesudahnya.
7. Jangan
kekenyangan
Pada dasarnya
manusia tidak diperbolehkan banyak makan, kapanpun. Larangan ini tidak hanya
berlaku di waktu malam.
“Anak Adam tidak memenuhi bejana yang lebih
jelek daripada perutnya, cukuplah bagi anak Adam memakan makanan yang bisa
menegakkan punggungnya. Kalau tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan,
dan sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.” (HR
At-Tirmidzi)
8. Mengingat-ingat
keutamaan waktu fajar
Ini merupakan
tip yang baru, bagus dan bermanfaat bagi sebagian besar kaum muslimin. Sekalipun
mereka telah mampu memelihara shalat Subuh bertahun-tahun.
Sediakan
beberapa potong kertas. Di ats masing-masing ditulis satu hadis tentang
keutamaan waktu fajar.
Hadis tersebut:
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari
tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat)Subuh. Sesungguhnya
shalat Subuh itu disaksikan malaikat....” (Al-Isra)
“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada
mereka ialah di waktu Subuh, bukankah Subuh itu sudah dekat.”
9. Pengingat
Alarm
merupakan perantara untuk bangun tidur. Jika Anda memasang alarm setelah shalat
Subuh, hal ini menunjukkan Anda sengaja meninggalkan kewajiban shalat Subuh.
Ini indikasi yang berbahay. Pasang alarm tepat saat shalat Subuh (adzan
dikumandangkan).
10. Ajaklah
orang lain
Yakinlah Allah
Ta’ala membantu Anda tatkala Anda mengajak orang lain melaksanakan kewajiban
shalat Subuh.
Mulailah dari
keluarga, anak-anak, istri, saudara-saudara, serta kedua orang tua Anda.
Apabila Anda merasakan beratnya latihan dan memulai bangun Subuh, maka jangan
biarkan orang-orang yang Anda sayangi mengalami hal yang sama. Ajarilah,
doronglah, serta bantulah mereka dengan sekuat tenaga.







0 komentar:
Posting Komentar