Kamis, 09 Januari 2014

TIP MUDAH MENJALANKAN SHALAT SUBUH


Orang-orang shalih dari umat ini selalu memulai perang setelah shalat Subuh, bukan sebelumnya, agar shalat mereka tidak tertinggal. Karena waktunya sangat singkat, sehingga mendapati saat-saat yang sangat diberkahi pada permulaan hari. Mereka menyempatkan diri memohon pada Allah Ta’ala untuk mendapat kemenangan.
1.    Ikhlas
Ikhlas menjadi tip terpenting dalam membantu bangun shalat Subuh. Tanpa keikhlasan, sesorang tidak akan melaksanakan shalat Subuh secara teratur. Itu karena shalat Subuh merupakan standar pembeda antara orang-orang ikhlas dengan orang-orang munafik.
Ikhlas karena Allah Ta’ala diraih dengan kesungguhanmu yang sangt untuk menjadikan Allah Ta’ala ridha terhadap amalan Anda. Anda siap mengorbankan apa saja untuk meraihnya.
2.      Tekad yang kuat
Saya yakin, tidak ada yang menghalangi orang yang memiliki kehendak jujur untuk bangun shalat Subuh.
Kalau seorang muslim betul-betul merasakan tingginya nilai shalat Subuh berjama’ah, maka dia akan mengatur seluruh kehidupannya agar bisa bangun untuk shalat Subuh.
3.      Hindari dosa
Shalat Subuh merupakan hadiah allah Ta’ala, tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang taat lagi bertaubat.
Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaiman mungkin akan bangun untuk shalat Subuh. Bagaimana mungkin hati yang tertutup dosa akan terpengaruh oleh hadis-hadis yang berbicara tentang keutamaan shalat Subuh. Bagaiman mungkin mendengar panggilan adzan “Hayya ‘Alash Shalah” (mari shalat), “Hayya ‘Alash Falah” (mari mencari kemenangan), dan “Asshalatu khairum minannaum” (shalat itu lebih baik daripada tidur)
4.      Do’a
Do’a memiliki peran yang sangat penting. Jangan meremehkannya sedikit pun. Lakukan do’a sebagai rutinitas harian, dengan memohon agar Allah Ta’ala memberi kemampuan untuk melaksanakan shalat Subuh berjama’ah. Perbanyaklah do’a, selalu perbanyaklah memohon dan merintih pada-Nya.
Ingat dan renungkan “Siapa yang membangunkanmu untuk menunaikan shalat Subuh”, “Siapa yang membangkitkanmu (menghidupkanmu) dari tidur pada saat shalat Subuh”
Sebab tidur merupakan salah satu bentuk dari kematian, sedangkan bangunadalah jenis kebangkitan (kehidupan).
5.      Berteman dengan orang shalih
Ini saran yang tak kalah penting. Memang, berbuat ketaatan tatkala sendirian sangat susah. Karena setan lebih kuat menghadapi orang yang sendiri, tak berkawan.
Perhatikan kawan-kawan Anda. Apakah mereka senantiasa mengingatkan dengan shalat Subuh, membaca Al-Qur’an, menjaga pandangan, dan berbuat baik kepada orang tua.apakah mereka senantiasa mengingatkan Anda kepada Allah Ta’ala dan mematuhi-Nya.ataukah sebaliknya.
Sekiranya mereka hanya sekadar bermain, bersenang-senang, menyia-nyiakan waktu, usia, kehidupan, berbuat dosa, dan maksiat, maka Anda harus mawas diri dan memberikan peringatan.
Ajaklah mereka kepada ketaatan dan kebaikan. Jika enggan, selamatkanlah diri Anda. Carilah kawan yang lain.
6.      Memperhatikan cara tidur
Apakah tidur itu harus kita pelajari. Ya. Kita harus belajar bagaimana cara tidur yang benar, yaitu cara yang dianjurkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Ini bukan sesuatu yang remeh. Allah Ta’ala menciptakan tubuh kita, memberinya hormon, mengatur semua sendi-sendinya, yang semuanya beristirahat di waktu malam, dan bekerja di waktu siang. Apabila manusia menyalahi ini, maka alat-alat tubuhnya tidak akan bekerja dengan baik.
“Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Barzah bahwa Rasulullah Shalallahu “alaihi Wassallam tidak suka tidur sebelum Isya dan tidak suka ngobrol sesudahnya.
7.      Jangan kekenyangan
Pada dasarnya manusia tidak diperbolehkan banyak makan, kapanpun. Larangan ini tidak hanya berlaku di waktu malam.
“Anak Adam tidak memenuhi bejana yang lebih jelek daripada perutnya, cukuplah bagi anak Adam memakan makanan yang bisa menegakkan punggungnya. Kalau tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan, dan sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.” (HR At-Tirmidzi)
8.      Mengingat-ingat keutamaan waktu fajar
Ini merupakan tip yang baru, bagus dan bermanfaat bagi sebagian besar kaum muslimin. Sekalipun mereka telah mampu memelihara shalat Subuh bertahun-tahun.
Sediakan beberapa potong kertas. Di ats masing-masing ditulis satu hadis tentang keutamaan waktu fajar.
Hadis tersebut:
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat)Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan malaikat....” (Al-Isra)
“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh, bukankah Subuh itu sudah dekat.”
9.      Pengingat
Alarm merupakan perantara untuk bangun tidur. Jika Anda memasang alarm setelah shalat Subuh, hal ini menunjukkan Anda sengaja meninggalkan kewajiban shalat Subuh. Ini indikasi yang berbahay. Pasang alarm tepat saat shalat Subuh (adzan dikumandangkan).
10.  Ajaklah orang lain
Yakinlah Allah Ta’ala membantu Anda tatkala Anda mengajak orang lain melaksanakan kewajiban shalat Subuh.

Mulailah dari keluarga, anak-anak, istri, saudara-saudara, serta kedua orang tua Anda. Apabila Anda merasakan beratnya latihan dan memulai bangun Subuh, maka jangan biarkan orang-orang yang Anda sayangi mengalami hal yang sama. Ajarilah, doronglah, serta bantulah mereka dengan sekuat tenaga.
Lokasi: Surakarta, Surakarta City, Central Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html